Bupati Konut Dr.Ikbar Buka Launching Paket Intervensi Gizi Balita Stunting Dan Ibu Hamil, Target 3 Bulan Turunkan Angka Stunting

Indosultra.Com, Konawe Utara – Bupati Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Ikbar, SH.,MH secara resmi membuka launching paket intervensi gizi pada balita dan ibu hamil yang berlangsung di Balai Desa Tondowatu, Kecamatan Motui, Kamis 18 Juni 2026.

Kegiatan itu melibatkan berbagai unsur pemerintah dan institusi seperti Kejaksaan Negeri Konawe, Kodim 1430 Konut, Polres Konut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Pemerintah Konut, serta para tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Konut, Ikbar mengatakan, kegiatan yang berlangsung bukan sekedar seremonial, melainkan bagian dari komitmen dan ikhtiar besar Pemerintah untuk memastikan anak-anak di Konut dapat tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Mantan Ketua DPRD Konut ini menegaskan, penanganan stunting harus ditempatkan sebagai salah satu agenda prioritas daerah.

Angka prevalensi stunting yang terbilang masih cukup tinggi sekitar 290 an anak di Kabupaten Konut harus menjadi perhatian serius. Angka prevalensi, kata Ikbar, bukan sekadar data statistik. Dibalik angka itu terdapat anak-anak konut, keluarga, dan generasi penerus daerah yang membutuhkan kehadiran nyata pemerintah.

Olehnya, penurunan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak tertentu saja misalkan Dinas Kesehatan, melainkan semua pihak harus terlibat mulai seperti Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dinas Perumahan, Pemerintah Desa, PKK dan lainnya.

“Dinas Kesehatan menjadi garda terdepan dalam intervensi spesifik, dan perangkat daerah lain juga harus hadir melalui intervensi sensitif, seperti sanitasinya air bersih, rumah yang layak, perlindungan sosial, ketahanan pangan keluarga, pendidikan pengasuhan, serta pemberdaya
masyarakat desa,”tegas Ikbar diacara itu.

Ditempati itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Konut, Nursania, SKM.,M.Kes juga mengatakan, pemeriksaan anak stunting telah dijadwalkan untuk semua wilayah di 13 kecamatan.

Mantan Kepala Puskesmas Lasolo ini mengungkapkan, pemberian makanan tambahan bergizi lebih berkualitas juga telah dilaksanakan, data sasaran mulai padukan, dukungan Dana Desa mulai diarahkan sesuai dari instruksi Bupati Konut.

“Intervensi sanitasi mulai disesuaikan dengan fokus stunting. Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten juga menyiapkan dashboard pemantauan agar seluruh pelaksanaan intervensi dapat dikawal secara lebih terukur,”ujarnya.

Dengan kolaborasi yang terbangun secara terstruktur, lanjut Nursania, fokus penangangan stunting lebih optimal, tidak lagi bekerja secara parsial, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi bergerak dalam satu data, satu rencana kerja, satu target, dan satu komitmen, melainkan secara terpadu

“Dengan terlaksananya launching ini, pemerintah kabupaten mulai gencar laksanakan paket intervensi gizi bagi balita stunting. Paket tambahan makanan bergizi ini sebagai bagian dari penanganan terpadu bukan kegiatan yang berdiri sendiri,”ucapnya.**

Laporan: Redaksi

Koran Indosultra