Libatkan Langsung Kejakasaan Dan Kepolisian, Bupati Konut Warning Kades Penggunaan DD 20 Persen Untuk Stunting Agar Tepat Sasaran

Indosultra.Com, Konawe Utara – Memaksimalkan penanganan dan penurunan angka stunting, Bupati Konawe Utara (Konut), Dr.Ikbar, SH.,MH melibatkan langsung pihak Kejaksaan Negeri Konawe, dan Polres Konawe yang tergabung dalam tim Unit Reaksi Cepat (URC).

Berkaitan hal itu, Bupati Konut, Ikbar mewarning para kepala agar pengguna Dana Desa (DD) salah satunya 20 persen untuk program nasional penanganan stunting, gizi buruk betul-betul di laksanakan tepat sasaran sesuai penggunaannya.

Ia menegaskan, agar para kepala desa tidak mengedepankan ego sektoral dalam menyalurkan bantuan makanan tambah bergizi kepada warganya yang terpapar gizi buruk juga ibu hamil. Hal itu di maksudkan agar penerima betul-betul yang berhak mendapatkan.

“Yah, kita kan libatkan Kejaksaan dan Kepolisian untuk mengaudit nanti penggunaan dana desanya. Salah satunya, alokasi dana desa untuk penanganan stunting, gizi buruk. Kalau salah gunakan tanggung jawab sendiri nanti,”tegas Bupati Konut, Ikbar menjawab pertanyaan wartawan soal Sanski yang di berikan oleh pemerintah desa ketika dana desa digunakan tidak sesuai peruntukannya saat membuka launching intervensi penanganan stunting di Balai Desa Tondowatu, Kamis 18 Juni 2026.

Mantan Ketua DPRD Konut ini juga menghimbau para kepala desa agar menanggalkan persoalan politik dalam penanganan stunting. Selalu berkoordinasi dengan tim kesehatan di puskesmas terdekat untuk mengetahui kondisi kesehatan warganya, serta melaporkan kepada tim medis jika ada masyarakatnya yang terindikasi stunting atau gizi buruk.

Selain itu, bersama dengan tim kesehatan untuk mengawal kondisi kesehatan warganya jika ada yang terdampak stunting, atau gizi buruk sampai benar-benar sembuh.

“Jangan karena kemarin pemilihan desan tidak di pilih, lantas bantuan yang harusnya di dapat warganya tidak di berikan. Jadi tanggalkan itu soal politik. Peran kita bersama adalah menyelamatkan generasi penerus, memberikan jaminan kesehatan yang baik pada masyarakat,”imbaunya.

Lain dari itu, ia juga menyampaikan agar setiap penyalur bantuan tambahan makana bergizi ke masyarakat di kawal dengan baik. Di pastikan donasi yang di peroleh masyarakat di konsumsi, tidak di manfaatkan untuk kepentingan lain.

“Ada juga saya dapat laporan, bantuan yang di dapat, malah di jual kembali. Seperi susu yang kita siapkan ini harganya Rp 500 ribu. Ini ada kasus, sudah di kasi, malahan dia jual kembali. Jadi kepala saya minta agar penyaluran bantuannya di kawal sebaik mungkin,”terangnya.

Beritakan sebelumnya, Bupati Konut Dr. Ikbar, SH.,MH resmi membuka launching paket intervensi gizi pada balita dan ibu hamil. Kegiatan itu melibatkan berbagai unsur pemerintah dan institusi seperti Kejaksaan Negeri Konawe, Kodim 1430 Konut, Polres Konut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Pemerintah Konut, serta para tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Konut, Ikbar mengatakan, kegiatan yang berlangsung bukan sekedar seremonial, melainkan bagian dari komitmen dan ikhtiar besar Pemerintah untuk memastikan anak-anak di Konut dapat tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Mantan Ketua DPRD Konut ini menegaskan, penanganan stunting harus ditempatkan sebagai salah satu agenda prioritas daerah. Pemeirintah berkomitmen dalam kurung waktu 3 bulan stunting dapat di turunkan dengan jumlah yang ada.

Angka prevalensi stunting yang terbilang masih cukup tinggi sekitar 290 an anak di Kabupaten Konut harus menjadi perhatian serius. Angka prevalensi, kata Ikbar, bukan sekadar data statistik. Dibalik angka itu terdapat anak-anak konut, keluarga, dan generasi penerus daerah yang membutuhkan kehadiran nyata pemerintah.

Olehnya, penurunan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak tertentu saja misalkan Dinas Kesehatan, melainkan semua pihak harus terlibat mulai seperti Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dinas Perumahan, Pemerintah Desa, PKK dan lainnya.***

Laporan: Redaksi

Koran Indosultra