Indosultra.Com, Konawe Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara (Konut), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), terus meningkatkan pelayanan pencegahan gizi buruk di wilayah itu.
Penanganan dilakukan dengan cara turun langsung lapangan mengunjungi masyarakat, mengawal dan memantau gejala gizi buruk.
Pelayanan gizi buruk di lakukan melalui pemberian makanan bergizi seperti, susu, beras, telur. Serta, pelayanan pengobatan oleh pemerintah secara gratis.

Seperti yang berlangsung di Desa Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo. Saat tim Dinkes lakukan monitoring dari rumah ke rumah mendapati adanya tanda-tanda gizi buruk terhadap salah seorang balita.
Sehingga, langsung dilakukan penanganan dengan memberikan pengobatan serta pemberian asupan makanan bergizi.
Kepala Dinas Kesehatan Konut, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Hj. Nursania, SKM.,M.Kes menyampaikan, seorang balita dari Desa Marombo Pantai yang diduga adanya di indikasi gizi buruk telah di tangani secara intensif.
“Kami berikan perawatan maksimal melalui tata laksana gizi buruk di rumah sakit. Kita berikan pengobatan dan menu bergizi. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Kondisi balita sehat dan baik,”ungkapnya di konfirmasi awak media, Sabtu 4 April 2026.

Mantan Kepala Puskesmas Lasolo ini mengungkap, secara menyeluruh di Konawe Utara, gizi buruk tertangani 100 persen hingga memberikan perubahan signifikan dari gizi buruk, ke gizi kurang hingga ke gizi baik.
“Alhamdulillah, tak ada kasus kematian yang di akibatkan gizi buruk. Kami dari pemerintah terus mengoptimalkan pelayanan. Lakukan pengawalan dan mendampingi jika ada yang terindikasi sampai benar-benar baik,”ujarnya.
Lebih jauh di sampaikan, dalam penanganan gizi buruk Dinkes Konut juga melakukan kerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Gizi (Persagi) serta stakeholder terkait lainnya.
“Untuk di Kabupaten Konawe Utara gizi buruk tertangani dengan baik hingga memberikan perubahan besar terhadap tumbuhan kembang anak. Ini semua berkat kerjasama kita semua untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, baik, dan cerdas,”tutupnya.***
Laporan: Redaksi










































