Harga BBM Pertamax Naik BEM Unsultra : Rakyat Semakin Terbebani

Harga BBM Pertamax Naik BEM Unsultra : Rakyat Semakin Terbebani
Ilustrasi

Indosultra.com, Kendari – Kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax meresahkan masyarakat. Badan Eksekutif (BEM) Mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) angkat suara menyuarakan hal ini.

Kenaikan harga pertamax tersebut ditetapkan pada 1 April 2022 pukul 00.00 WIB, dari harga Rp9.000 per liter menjadi Rp 12.500 per liter.

Penyesuaian terhadap harga baru tersebut diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.62 K/12/MEM/2020 Tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin.

Harga BBM Pertamax Naik BEM Unsultra : Rakyat Semakin Terbebani

Ketua BEM Unsultra, Hasir, menilai pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat karena kondisi perekonomian saat ini belum stabil akibat pandemi Covid 19.

Ia mengatakan, kenaikan harga BBM, justru akan semakin membebani rakyat sehingga nantinya dapat mengorbankan kebutuhan dasarnya yang lain.

Menurutnya, permasalahan harga BBM ini adalah puncak gunung es dari permasalahan regulasi Migas di Indonesia sejak era reformasi, sejak dirancangnya UU No. 22/2001 Tentang Pertambangan minyak dan Gas Bumi menggantikan UU No. 44/Prp/1960 Tentang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi, yang menjustifikasi lepasnya penguasaan negara atas sektor migas.

“Hal ini bertentangan dengan Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang berbunyi Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,”jelas Hasir melalui keterangan tertulisnya via WhatsApp, Rabu (6/04/2022) Pukul. 21.15 Malam.

“Maka dari itu rencana kenaikan BBM bukan berdasar strategi industri nasional melainkan kepentingan elit politik,” ungkap Hasir.

Ia menambahkan, atas kondisi ini akan elemen mahasiswa tengah melakukan konsolidasi memprotes kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertamax.

“Lagi sementara konsolidasi, dan masih dalam kajian dari masing-masing kampus,”ujarnya.(b)

Laporan : Ramadhan