Komisi ll DPRD Konut Berang Temukan Sarana Umum dan Pendidikan Rusak Akibat Penambangan PT BNN

Ketgam: Ketua Komisi ll DPRD Konut, Rasmin Kamil saat sidak wilayah penambanangan PT BNN di Kecamatan Andowia

Indosultra.Com, Konawe Utara-Ketua Komisi ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Rasmin Kamil menemukan fasilitas umum wilayah Kecamatan Andowia rusak parah akibat adanya penambangan nikel perusahaan PT BNN.

Hal tersebut, terungkap saat Ketua Komisi ll DPRD Konut, Rasamin Kamil menindak lanjuti laporan masyarakat melakukan sidak diwilayah aktivitas penambangan PT BNN di Kecamatan Andowia, 9 Juli 2022.

Saat berada dilapangan, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Konut ini, mendapati jalan umum rusak parah, di penuhi lumpur dan tanah tambang.

Ketua Komisi ll DPRD Konut saat menunjukkan akses jalan umum rusak akibat digunakan sebagai jalan Hauling PT BNN

Tak hanya itu, lebih parahnya aktivitas penambangan PT BNN yang menggunakan jalan umum menjadi jalan hauling, membuat tanah menjadi longsor dan menimpa halaman rumah sekolah SDN 4 Satap Andowia hingga masuk keruang kelas.

“Satu-satunya akses jalan kabupaten yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Andowia, antara lain Desa Lahimbua, Lamondowo, Puuwonua dan Puusuli rusak parah akibat aktifitas PT BNN. Perusahaan menjadikan jalan hauoling untuk mengangkut ore nikel dari PT BNN ke Jetty,”ungkap Rasmin Kamil kepada awak media melalui via telefon usai melakukan sidak dilokasi tersebut.

Anggota DPRD Konut 3 periode ini menegaskan, pihak PT BNN harus bertanggungjawab mengenai persoalan tersebut. Sebab, dinilai sangat merugikan masyarakat terutama pada keselamatan.

Jalan umum masyarakat menghubungkan 3 desa rusak diduga akibat penambangan PT BNN

Pihaknya juga segera menganggendakan pemanggilan kepada pihak PT BNN untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Konut.

“Kami akan tinjau ulang izinnya saat RDP nanti, dan jika memang merugikan kami rekomendasikan untuk pencabutan izin jalannya,”tegas Rasmin Kamil.

“Masyarakat punya jalan ini, enak sekali mereka pakai dan tidak ada semacam perhatian. Jalan ini kan masih digunakan masyarakat mestinya ada upaya untuk pergunakan dengan baik di perbaiki dan jaga keamana masyarakat,”tutupnya dengan nada kesal.

Laporan: Jefri Ipnu