Indosultra.com, Muna – Suasana damai di Desa Lahorio, Kecamatan Kontukowuna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak terusik oleh aksi brutal seorang pria yang diduga merupakan oknum anggota TNI.
Peristiwa mencekam ini terekam dalam video amatir yang dengan cepat menyebar di media sosial, memperlihatkan pria tersebut mengamuk, mengancam warga dengan senjata tajam, serta merusak fasilitas milik warga.
Dalam rekaman yang beredar, pria berinisial LA tersebut tampak kehilangan kendali. Sambil menggenggam senjata tajam, ia berulang kali membabi buta menyerang dinding kios milik warga. Tidak hanya itu, pelaku juga dilaporkan merusak sejumlah barang berharga di lokasi kejadian.
Jeritan histeris seorang wanita, yang diduga pemilik kios, terdengar jelas dalam video. Dengan suara bergetar, ia mencoba menenangkan pelaku dan menanyakan alasan kemarahannya.
”Saya salah apa sama kamu? Kenapa marah-marah dengan saya?” tanyanya dalam ketakutan.
Namun, bukannya mereda, pelaku justru semakin beringas sambil berteriak, “Kamu kasih keluar itu!” sembari mengacungkan senjata tajam ke arah korban.
Berdasarkan informasi dari unggahan akun media sosial bernama Gel, pelaku diduga kuat adalah oknum anggota TNI berinisial LA, yang kabarnya bertugas di Kodam Cenderawasih, Papua.
Lebih miris lagi, aksi kekerasan ini diduga bukan kali pertama terjadi. Rumah Kepala Desa Lahorio dilaporkan telah menjadi sasaran pengrusakan oleh pelaku yang sama sebanyak tiga kali.
Peristiwa ini sontak memicu gelombang kecaman dari warganet dan masyarakat lokal. Banyak pihak menyayangkan tindakan tersebut yang dinilai telah mencoreng citra institusi TNI, yang seharusnya menjadi pelindung rakyat.
“Kami memohon kepada pihak terkait untuk segera menindak tegas pelaku. Kejadian ini sudah sangat meresahkan,” tulis akun pengunggah video tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kodam terkait maupun kepolisian setempat.
Belum ada pernyataan resmi mengenai kebenaran identitas pelaku maupun langkah hukum yang akan diambil atas insiden yang meresahkan warga Muna ini.
Laporan: Krismawan








































