Indosultra.com, Konsel – Warga Kelurahan Tinanggea, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang pria yang tergantung di atas pohon di area tambak, Sabtu (02/05/2026) sore. Korban diketahui bernama Kaharuddin (41), seorang wiraswasta yang berdomisili di kelurahan setempat.
Menurut keterangan Kapolsek Tinanggea, IPTU Sucipto, penemuan ini pertama kali dilakukan oleh Andi Sirajuddin, pemilik tambak tersebut. Andi mengaku datang ke tambaknya sekitar pukul 14.00 WITA untuk melakukan aktivitas rutin. Namun, dua jam kemudian atau tepatnya pukul 16.00 WITA, ia terkejut melihat sesosok tubuh tergantung di salah satu pohon di lokasi itu.
”Dua jam setelah ia beraktivitas, ia dikejutkan dengan pemandangan sesosok tubuh yang tergantung di atas pohon di area tambaknya. Segera setelah itu, ia meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian ini ke kepolisian,” ujar IPTU Sucipto.
Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian segera bergerak menuju lokasi kejadian. Sesampainya di tempat, petugas langsung mengamankan area dengan memasang garis pembatas, lalu berkoordinasi dengan tim identifikasi serta pihak medis untuk proses evakuasi. Sekitar pukul 18.00 WITA, jenazah korban berhasil diangkat dan dibawa ke Puskesmas Tinanggea untuk pemeriksaan awal.
Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah sulit dikenali dengan jelas, dan terlihat ada tanda jeratan tali di bagian leher. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar sementara, tim medis dan Unit Identifikasi Polres Konawe Selatan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain di seluruh tubuh korban.
”Dari hasil pemeriksaan dan identifikasi di lokasi maupun di puskesmas, tidak ditemukan tanda kekerasan fisik lainnya. Dugaan sementara, korban meninggal akibat tindakan gantung diri,” ungkap IPTU Sucipto.
Pihak keluarga korban kemudian datang ke puskesmas untuk mengenali jenazah. Mereka menyatakan tidak bersedia dilakukan prosedur otopsi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah yang tak terelakkan. Jenazah akhirnya diserahkan kepada keluarga dan langsung dimakamkan pada malam itu juga.
Dari keterangan yang dihimpun dari keluarga, Kaharuddin diketahui telah meninggalkan rumah selama lima hari tanpa memberikan kabar kepada siapa pun. Sebelum menghilang, korban dikabarkan sering tampak gelisah dan mengalami tekanan psikologis berat akibat berbagai masalah pribadi, terutama setelah berpisah atau bercerai dengan istrinya. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban mengalami depresi yang memicu tindakan tersebut.
Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, meski arah penyelidikan awal sudah mengarah pada kasus bunuh diri.
Laporan: Krismawan






































