Heboh! Pelajar di Kolaka Nekat Panjat Tower Pemancar, Diduga Coba Bundir

Indosultra.com, Kolaka – Suasana warga di Kelurahan Balandete, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak geger setelah seorang pelajar nekat memanjat sebuah tower pemancar Telkomsel setinggi puluhan meter diduga ingin melakukan percobaan bunuh diri, pada Minggu (12/4/2026). Aksi berbahaya tersebut sontak menarik perhatian masyarakat sekitar yang khawatir dengan keselamatan pelajar itu.

Dari video amatir yang dibagikan warga terlihat pelajar tersebut memanjat tower tanpa alat pengaman dan terlihat berada di puncak selama beberapa waktu. Sontak kejadian itu menjadi tontonan pengendara di lokasi hingga sempat memicu kemacetan kendaraan.

“Macet, ada kasihan orang mau bunuh diri, apa sih masalahnya sampai segitunya,”tulis warga,Ai Anasya dalam unggahan facebooknya, Minggu (12/4/2026) malam.

Petugas keamanan setempat dan tim Basarnas Kolaka tiba di lokasi langsung melakukan upaya persuasif. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan dan dramatis mengingat kondisi pelajar yang berada di ketinggian dan berisiko tinggi.

Berkat pendekatan yang hati-hati dan komunikasi intensif, pelajar tersebut akhirnya berhasil diturunkan dengan selamat.

“Pada pukul 18.55 Wita Tim Rescue Pos SAR Kolaka tiba di LKP selanjutnya Tim Rescue naik ke tower untuk melakukan proses evakuasi terhadap korban, ” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau (Basarnaa) Kendari, Amiruddin A.S.

“Pada pukul 19.15 Wita korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, selanjutnya korban diserahkan ke Polres Kolaka, “tutupnya

Hingga berita diturunkan pihak berwenang menyatakan bahwa pelajar itu kini telah diamankan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk pendampingan psikologis.

Dugaan sementara mengarah pada adanya tekanan pribadi atau masalah tertentu yang dialami korban, namun hal ini masih didalami lebih lanjut.

Adapun identitas korban diketahui bernama Adil (17), Warga jalan Merpati, Kelurahan Laloeha Kolaka.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk mendeteksi tanda-tanda tekanan emosional sejak dini.

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal sedang mengalami tekanan berat atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari bantuan.

Berbicara dengan orang terpercaya atau tenaga profesional bisa menjadi langkah awal yang sangat berarti.

Laporan: Ramadhan

Koran Indosultra