Tantangan Bupati Konut Laksanakan Program Nasional Turunkan Angka Stunting Jangan Waktu 3 Bulan, Tim URC Dibentuk

Indosultra.Com, Konawe Utara – Penangan stunting merupakan agenda nasional untuk menciptakan generasi sehat, cerdas dan memiliki tumbuh kembang yang baik.

Di Kabupaten Konawe Utara (Konut), merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masih memiliki penderita stunting atau gizi buruk. Dari data yang di peroleh awak media masih sekitar 290 an anak.

Tantang ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk menekan angka stunting di wilayah Bumi Oheo itu.

Bupati Konut, Dr. Ikbar, SH.,MH langsung membentuk tim Unit Reaksi Cepat (URC) Penanggulangan stunting yang melibatkan langsung unsur pemerintah Dinas Kesehatan, Dinas DPPKB, Dinas Sosial, DPMD, Dinas Perumahan, Rumah Sakit, tim Penggerak PKK, Pemerintah Kecamatan, Desa serta institusi dari Kejaksaan Negeri Konawe, TNI Kodim 1430 Konut dan Polres Konut.

Tak menunggu waktu lama, Pemda Konut langsung melaksanakan launching penyaluran makanan tambahan bergizi, serta pelayanan, pengobatan dan pendampingan kesehatan kepada balita yang terpapar juga ibu hamil.

Target dalam kurung waktu 3 bulan dari jumlah stunting yang ada, Pemda Konut upaya keras untuk menurunkan penanggulangan gizi buruk ini.

Bupati Konut Ikbar menegaskan kepada tim URC agar giat pemeriksaan kesehatan harus dimaksimalkan, lakukan pemantauan pertumbuhan anak, pendampingan ibu hamil serta penguatan pelayanan posyandu harus ditangani secara berkelanjutan.

“Saya minta kepada Dinas Kesehatan Puskesmas bidan desa, tenaga gizi, dan seluruh kader Posyandu agar memastikan setiap anak, sasaran benar-benar terlayani. Jangan hanya sampai pada penyerahan paket bantuan makanan bergizi.”tegas Ikbar kepada tim URC saat membuka Launching Paket Intervensi Gizi Balita Stunting Dan Ibu Hamil di Balai Desa Tondowatu, Kecamatan Motui, Kamis 18 Mei 2026

“Pastikan anaknya dipantau, Keluarganya didampingi pola makannya diperbaiki, lingkungan rumahnya diperhatikan, dan perkembangannya dilaporkan secara berkala,”tambahnya.

Ditempat itu juga, mantan Ketua DPRD Konut ini mengindikasikan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) agar para kepala desa diarahkan untuk mendukung dan memaksimalkan langkah penanganan stunting dengan pemberian menu makanan bergizi tepat sasaran.

Ia menambahkan, dalam pemrograman sosial tersebut target pemerintah bukan hanya menurunkan angka stunting, tapi juga menyelamatkan masa depan anak-anak, khususnya di Konawe Utara.

“Mereka adalah investasi besar bagi masa depan daerah. Mereka inilah yang kelak akan menjadi generasi penerus pemimpin tenaga, terampil dan sumber daya manusia unggul yang juga akan membangun Konawe Utara,”ujarnya.

“Karena Itu saya minta seluruh perangkat daerah pemerintah kecamatan pemerintah desa tenaga kesehatan, kader, pendamping keluarga pendamping sosial, tokoh masyarakat dan seluruh keluarga agar menjadikan gerakan ini sebagai kerja bersama. Kita harus kompak dan fokus,”tutupnya dengan nada tegas.

Laporan: Redaksi

Koran Indosultra