Indosultra.com, Kendari — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO), Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan kekerasan yang melibatkan mahasiswa senior terhadap junior dari Fakultas Teknik UHO yang sempat viral di media sosial.
Menanggapi hal itu berdasarkan pernyataan resmi melalui video, pihak kelembagaan BEM Teknik UHO membenarkan terkait video viral adanya perpeloncoan mahasiswa senior yang dilakukan oknum mahasiswa Fakultas Teknik dilingkup UHO.
Disebutkan bahwa kasus tersebut terjadi di tahun 2025. Dan kejadian tersebut sudah diselesaikan secara lembaga maupun birokrasi. Hal itu pun disampaikan salah satu korban yang dalam video.
“Dengan kami membuat video klarifikasi, bahwa berita yang beredar belakangan iniini terjadi perpeloncoan oleh oknum senior dilingkup fakultas teknik universitas haluoleo dan jurusan teknik mesin adalah benar adanya terjadi di tahun 2025, dan kejadian tersebut sudah diselesaikan baik secara lembaga maupun birokrasi,”kata Ketua BEM Teknik UHO, Afni dalam video klarifikasinya, Jumat (10/4/2026).
Dari informasi yang dihimpun video klarifikasi itu disampaikan bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) serta seluruh lembaga kemahasiswaan Fakultas Teknik UHO.
Dalam pernyataan itu juga ditegaskan bahwa persoalan itu masih akan terus diproses. Saat ini telah dilakukan mediasi terutama pada beberapa korban yang mendapat kekerasan fisik dan verbal sehingga memutuskan keluar dari kampus UHO.
“Kami ini dari kelembagaan fakultas teknik masih sementara mencoba melakukan komunikasi dan mediasi kepada saksi tersebut, dan hal ini kami terangkan bahwa oknum senior yang melakukannya telah diberikan sanksi pada saat kejadian itu terjadi,”tambahnya.
“Kami dari kelembagaan fakultas teknik Haluoleo akan selalu mengevaluasi kembali dari tataran struktural kami dan kaderisasi kami,”tutupnya.
Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah beredarnya video yang diduga memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa junior di pelataran Masjid UHO dan ruangan kuliah. Video tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet yang menyoroti budaya senioritas di lingkungan perguruan tinggi.
Pihak kampus hingga saat ini belum memberikan keterangan tambahan secara rinci terkait kronologi lengkap maupun hasil akhir dari proses penanganan kasus tersebut.
Laporan: Ramadhan









































